Posts

Showing posts from December, 2008
Image
Pintu rumah kami berwarna merah. tapi hari ini, saat menyambut lawang tahun baru (dan merai ulang tahun mengikut takwim hijrah, saya lahir 1 muharam), saya melihat pintu rumah bukan lagi urna yang sama. bermula hari ini, saya melihat pintu rumah kami adalah warna riang melihat hari baru menjelang. warna berani membuka pintu itu dan berterima kasih dengan ruang yang Tuhan kurniakan. selamat tahun baru 1430!
Image
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung (huud: 42) (foto waktu senja saat matahari mahu tidur di pantai Kampung Sungai Muda; banyak menyimpan kisah sedih gelombang besar disember 2004).
Image
Tanam pinang rapat-rapat,
Biar senang puyuh berlari;
Kupinang tak dapat dapat,
Kupujuk pujuk kubawa lari.


Alahai, inilah antara cerita saya dari Lombok! Saya rakamkan dalam "Narasi Cinta dari Pulau Seribu Kubah".

(foto ini saya rakam selepas tiga sahabat mencari pinang di Balik Pulau. seorang antara mereka ternyata baru melihat buah pinang untuk kali pertama!)
Image
Rasa-rasanya sari kuning dengan kaili merah manggis sangat kena. manakala kain sari seperti kelumbung disilang ke paras bahu. sari itu merah darah juga dirasanya sangat kena. dia melihat cermin. cermin tidak ketawa (Sangeetha, 2006:187).
foto ini saya rakam di India Kecil, antara Lebuh King dengan Lebuh Penang, seusai minum susu agar-agar merah dan menikmati vadae.
Image
Bunga kerak nasi ini sangat harum dengan mengirim beberapa cerita. kadangkala ia membawa wangi pandan atau himpunan bunga rampai pengantin baru yang direnjis air mawar. walau apa namanya, ia dapat melunak jiwa gadis yang banyak diatur masa hadapannya seperti dalam cereka Melayu 1920-an... bunga kerak nasi ini begitu cantik di para kayu sebuah rumah di Tasek Gelugor.
Image
Saya senang dengan kemboja kuning atau digelar kemboja jepun di Pulau Dewata ini. senang dengan harumnya saat kerudung saya diselit bunga ini di teater barong, tari kecak dan memasuki ruang puri agung karangasem. ia ternyata milik Pulau Seribu Pura. foto ini saya rakam saat sempat pijat kaki (reflexology) di spa, kuta. wah!
Image
Enak sekali makan ayam bakar taliwang dan pelicing kangkung ini, apalagi saat dingin didakap kabut puncak bukit Bedugul. Asyik dong! (masakan ini ternyata aslinya di Lombok. tapi saya hanya sempat mencuba di Pulau Dewata).
Image
Coba engkau katakan padaku apa yang seharusnya aku lakukan
bila larut tiba, wajahmu terbayang kerinduan ini semakin dalam
gemuruh ombak di pantai kuta sejuk lembut angin di bukit kintamani
gadis-gadis kecil menjajakan cincin tak mampu mengusir kau yang manis
bila saja kau ada di sampingku sama-sama arungi danau biru
bila malam mata enggan terpejam berbincang tentang bulan merah
coba engkau dengar lagu ini aku yang tertidur dan tengah bermimpi
langit-langit kamar jadi penuh gambar wajahmu yang bening sejuk segar
kapan lagi kita akan bertemu meski hanya sekilas kau tersenyum
kapan lagi kita nyanyi bersama tatapanmu membasuh luka.


Ebiet G. Ade, Nyanyian Rindu (ini foto danau biru yang begitu mengasyikkan di bukit dingin Kintamani. saya bernyanyi lagu rindu di sini. dan pantai Kuta yang sebenarnya riuh. saya tidak suka, kok!)

Image
Foto ini saya rakam dari sayap Merpati, saat terbang ke pulau misteri Lombok. banyak ilham mencurah. nanti akan saya ceritakan. keanehan juga saya merai takbir idul adha kali ini di sini...
Image
Hey, akhirnya saya tiba di Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura!
Disambut dua gadis cantik ini di Inna Kuta Beach, tempat saya menginap.



Image
Kupu-kupu terbang merayap,
hinggap di bunga menghisap madu,
hendak terbang tiada bersayap,
meranalah dinda menanggung rindu.
(Kumpulan Pantun Melayu, 1983: 322)

foto ini saya rakam di taman kecil, di sebuah pagi yang mendung. pepatung ini seakan enggan melepaskan kudup mawar kami...
Image
Rutin saya, setiap pagi bila turun ke ruang dapur ialah menukar nombor di takwim ayam jantan ini. dan setiap kali mengubah tarikh baru, saya memahat dalam hati untuk menjalani hidup hari itu sebaiknya. dan saya tahu Dia sedang mendengar ....