Semalam, saat pulang dalam hujan petang, membelah jalan sejarah yang rupanya adalah bayang. Pohon sukma juga tidak jarang lagi daunnya. Itu juga adalah rayanan. Sementara rintik rinai  yang datang berdiam di cermin kereta, adalah kejujuran. Dengannya saya diajak berterus terang. Ayuh jadi tulus, suaranya antara sempit jalan dan sesak dalam dada.

Comments

Anonymous said…
Adakalanya berdiam adalah berbicara.
Mawar said…
Sdr Anonymous
Dia yang telah meninggalkan dan membuang, Sdr. Tidak ada berdiam, apalagi bicara.