Kembali ke ruang kerja, pada tahun baru ini saya menjadi dungu lagi. Seperti dalam musim pengungsian, masa itu sangat arbitrari. Saya sudah lupa sekian kali rupa waktu, sedang semua orang kian jadi ripuh. Mesyuarat. Jurnal. Penyelidikan. Minggu ujian mahasiswa. Laporan. Kertas persidangan. Buku. Perundingan. Mesyuarat lagi. Hingga saya mencongak-congak, banyak yang sudah saya hilang seawal hampir sepuluh hari baru ini. Iya, kelihatannya kita dapat bertemu hanya di ruang rasmi, sahabat. Itu pun belum tentu lagi.

Comments

Anonymous said…
Sama ada kita mengejar masa atau kita dikejar masa? Saya turut bingung dan keliru. Rutinitas saya juga hampir begitu.
Mawar said…
Sdr Anonymous
Sama ada Sdr mengejar atau dikejar waktu, ternyata Sdr persis sahabat saya yang tidak dapat lagi saya sapa saat dhuha dan bacaan al Qur'an kami. Sudah hilang kesalingan kami.
Liza said…
Dikala ini saya teringat pesanan lima perkara, masa lapang, sebelum datang masa sibuk. Allahu..saya jadi bingung dengan kepantasan waktu
Ade said…
Sederhana tapi enak sekali rasanya membaca
#YANGMAHASALAH
Mawar said…
Sdr Liza
Dahsyat.
Mawar said…
Sdr Ade
Terima kasih kunjungannya.