Mawar dan purnama. Klasiknya, mawar adalah cinta. Dan purnama adalah rindu. Saya sedar mawar itu sangat rapuh. Tapi suasana dan waktu sering pula merubahnya. Menggesanya jadi kukuh, lebih berdaya walau hanya dia yang tinggal. Ya, hanya dia dalam malam, dalam kelam. Namun, si Sya'aban yang menggenap, rupa-rupanya menyorot arah.

Comments

Anonymous said…
Mawar dan purnama berpisah tiada. Mawar yang mekar tentunya lebih misteri pada malam purnama penuh. Dengan sinar purnama, merah mawar lebih indah meski dalam kelam malam. Hujan malam sesekali, lebih menyegarkan mawar yang sedang merenung.
Mawar said…
Sdr Anonymous
Ya, hanya dia yang tinggal.