Saat tarikh akhir tugasan yang saling bertindan-tindan dan akhirnya menindih kepala dengan migraine yang berat, puisi ini memujuk saya, datangnya seperti memijat dan mengelus penuh kasih: 

dari sayap-sayap burung kecil itu
berguguran sepi, sepiku
saat terhenti di sebuah taman ini
daun jatuh di atas bangku

di antara datang dan suatu kali pergi
beribu lonceng berbunyi
kekal sewaktu bercakap kepada hati
lalu kepada bumi. Di sini aku menanti

Puisi dari cd Sapardi Sebuah Taman Sore Hari. Pernah ia mengapung pada suatu senja, ketika bersusun kereta sepanjang menuju jalan pulang. Ia sebenarnya turut mengapung sama rasa dan getar paling rahsia dan sulit untuk dialih wahana. 

Comments

Anonymous said…
Percayalah, pada saat lara atau terhimpit pasti Tuhan mendatangkan sesuatu untuk mengangkat, meringan dan menghibur. Meski yang diutus Tuhan itu tidak berada hampir tetapi amat dirasakan dia ada.
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous
Kian diyakini. Terima kasih.