Kampus kembali sunyi. Sudah masuk minggu keenam kuliah dan mahasiswa cuti awal pertengahan semester ini untuk meraikan Divali besok. Sementara kami yang masih tinggal, menyelesaikan kerja yang banyak tertangguh sebelum berhujungnya Oktober. Nanti November akan penuh lagi dengan acara di dalam dan luar. Sekejap kemudian akan sekali lagi menuju penutup 2017. Allah ya Allah. Sekali lagi saya tersandar dan mengimbas akan cepatnya masa yang hilang dan terbuang. Rasa ditinggalkan terus seperti selalu, saya akan ditemani keharuan dan mahu rasanya membawa sekali lagi kaki tua saya ke penjuru gua. Introspeksi lagi dan lagi. Foto ini sering muncul sebagai penyelamat layar (screen saver) di komputer pejabat. Ia juga menjadi penyelamat, teduhan seperti pohon sukma yang tidak pernah terlupakan walau berjarak sering. 

Comments

Anonymous said…
Teringat pula kata-kata Hang Tuah... “Layar berbelok-belok, sauh dibungkar di tempat tenang. Yang tinggal hati tak elok, yang pergi hati tak senang. Bila sampai waktu, kita akan bersama”
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous
Ya, hari, minggu, bulan dan tahun yang meninggalkan kita ibarat yang dikasihi berangkat berpergian. Rencamnya rasa dan getar hati, hanya dia yang mengerti. Terima kasih.