Ramadhan kedua puluh lapan. Catatan ini sebenarnya saya bawakan daripada latar petang semalam. Menuju garis akhir Ramadhan kali ini, membentangkan saya dengan pelbagai capahan kesimpulan. Dalam perjuangan debu yang berterbangan ini, memang saya lelah, dengan segala kepincangan, walau saya mencuba. Dan ternyata di sekian banyak padang yuda, saya tewas. Terlihat markah saya masih rendah tahun ini. Dalam menebak ikhlas, ketulusan, kejujuran, saya sendiri tahu di mana kaki kecil saya berdiri. Allah ya Allah. Begitu ghairah saya merencana, begitulah segalanya tidak terpenuhkan. Berapa banyak jalan pembaikan yang mahu saya masuki sejak Ramadhan lalu. Akhirnya apa yang dapat saya perbuat adalah kembali ke ruang persujudan, memohon pengampunan dan melakukan penyerahan. Saat memandang separuh kubah masjid kampus dari jendela kamar kerja,  dan langit petang yang sangat redup, saya berdoa moga ada Ramadhan lagi buat kita. Insya-Allah.  

Comments

Anonymous said…
Semoga Allah kembali suburkan keikhlasan dalam setiap amal yang dilakukan sedaya mungkin. Hanya keampunan dan kasih sayangNya yang kita pohon seandai ada capahan dalam berbuat taat dan kebaktian. Saya juga memohon agar Ramadhan yang di penghujung perjalanan ini kita telah melakukan pelayahan ke mercu meski masih jauh daripada kesempurnaannya.
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous
Insya-Allah. Saya menyertai dan mengaminkan doa Sdr. Terima kasih.