Ramadhan kedua puluh dua. Masih dengan semangat memburu malam al Qadar. Ya, masih juga dengan mencari kaedah terbaik membaca al-Qur'an. Sahabat jauh menitip panduan Bro Nouman Ali ini. Bukankah sewaktu membaca al-Qur'an, ia adalah saat Allah berbicara dengan kita. Dan ia sangat benar. Berapa banyak antara hati kita yang terkait dengan apa yang sedang dibaca. Berapa banyak antara kita yang terasa dengan setiap penggalan ayat. Allah ya Allah. Pedomannya adalah membaca ayat, membaca terjemahannya dan berdoa. Ya, berdoa apa yang berhubungan dengan setiap ayat yang sedang dibaca itu. Dan pasti saja doa yang dipohon itu pula tersangkut dengan apa yang kita sedang  depani; pertelingkahan, pelanggaran bahkan kesyukuran.  Subhanallah. Saya mencubanya dan ia sangat menjejak. Ternyata membaca al-Qur'an adalah mengartikan hubungan yang lebih dalam. Sangat dalam. 

Comments

Anonymous said…
Pada saat kita cuba untuk lebih taat kepadaNya, tentu kita mengharapkan orang di persekitaran kita turut menyertai. Pada usia senja, sememangnya kita merasakan kebersamaan tersebut. Namun dalam aspek tertentu tidak semua orang dapat menerima, memahami dan mendalami apa yang ingin diterjemahkan. Akhirnya kita terus berjalan bersendirian dengan apa yang kita yakini bahawa itulah merupakan jalan lurus menuju taat yang dianjurkan. Semoga keyakinan itu adalah kebenaran.
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous
Mudah mudahan, insya-Allah. Atau memang jalan berjuang itu tidak ramai?