Menuju malam 

Ramadhan kesembilan belas. Menghampiri keluk penggalan sepuluh malam terakhir, apa yang diharapkan akan berlaku. Seperti Rasulullah yang sangat berjaga-jaga menuju malam al qadar, saya percaya banyak yang perlu dilurus, dirapi dan dipastikan. Seperti foto yang tenang sekali ini, saya sekian kali berdoa sungguh-sungguh agar beberapa malam ini saya lalui dengan tenteram; hati dan iman yang saya serahkan kepada Allah segenapnya. Saya telah bermohon lama, ya Allah. Kasihani saya dengan Maghfirah dan Rahmah-Mu.

Comments

Anonymous said…
Menjelang 10 malam terakhir Ramadhan, dalam kegembiraan menantinya, semakin berasa kehilangan. Meskipun azam yang membugar, saya berasa amat takut dengan tanpa kehadirannya. Atau saya akan tenggelam dalam larut nan denai, larat nan damai.
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous
Mudah mudahan roh Ramadhan tidak akan pernah menghilang tahun. Akan selalu ada dan mengiringi. Selamat merai malam seribu bulan. Sejahtera dalam rangkulannya.