Saat berjarak, yang diperlukan hanya diam. Seperti rintih kalbu si Perempuan Pemetik Harpa, yang menyitir baris Rumi, bulan penuh menjadi pintu untuk saling menitip khabar. Walau banyak teka teki yang datang dan pergi seperti ombak kecil di pantai lepas ini, ia tetap menjadi pujukan mengamankan keliru mahupun gundah dari jauh. 

Comments

Anonymous said…
Pantai, ombak dan bayu tidak pernah berpisah, meski adakalanya ada pasang, ada surut, ada ribut, ada reda, ada rajuk dan ada pujuk tanpa lafaz, sekedar rasa yang menyelinap di dalam dada yang mendamai.
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous
Ya, semuanya berada di dalam dada.