al Kahfi

Bacaan al Kahfi saya, insya-Allah, menjelang Jumaat dipenggalkan kepada tiga. Mengikuti kisah Ashabul Kahfi (ayat 1-59). Biasanya saya membaca usai Maghrib Khamis. Selesai Isya' saya akan menyambung kisah Nabi Musa (ayat 60-82). Menjelang fajar Jumaat saya menyudahkan baki kisah Zulkarnain, Ya'juj dan Ma'juj (ayat 83-110). Cara bacaan ini saya kira yang paling baik saya boleh lakukan. Ampuni saya, ya Allah. Ia tidak terlalu tergesa-gesa dan sangat mengheret saya masuk ke pelbagai latar dan plot serta tokoh masing-masing. Begitu saya tiba di penggalan akhir, Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain) pada ayat 89 dan 92. Jalan yang selalu saya tempuh bertemu dengan banyaknya susuk. Daripada ahli keluarga yang sering bersama-sama mendukung kepada mereka yang tiada hubungan darah sama sekali. Namun persamaan antara mereka adalah dukungan untuk saya terus bersama kebaikan. Subhanallah. Betapa Allah munculkan tokoh-tokoh tertentu di capahan jalan lain untuk saya duduk mena'akul akan keindahan pada setiap pertemuan dan perkenalan. Allah ya Allah, pasti sahaja setiap susuk itu memberi harga yang berbeza, mereka dihadirkan pasti tidak sia-sia. Subhanallah. Bersyukurnya saya ya Allah. 

Comments

Anonymous said…
Sering orang mengatakan banyak dalam hidup ini adalah kebetulan. I'tikad saya pula, tiada satu pun yang dikatakan sebagai kebetulan melainkan segalanya sudah ditentukan Allah termasuk pertemuan dan perkenalan. Entah rahsia apa disebaliknya... Hanya Dia yang lebih mengerti.
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous
Ya, hanya Dia yang Mengerti dan Mengetahui apa yang ada dalam setiap dada kita.