Saya fikir antara penjuru solah yang paling tulus permohonan doanya adalah di rumah sakit. Sama ada yang berdoa itu doktor yang mohon perawatannya sukses; atau yang membuat permintaan itu merupakan ahli keluarga pesakit yang menahan sebak atau si pesakit sendiri yang dalam penyerahan paling seluruh akan lorong takdirnya sebentar lagi. Beberapa pengalaman bersujud di sajadah rumah sakit menemukan saya dengan pendoa-pendoa yang mukhlis itu. Dalam luruh airmata yang tekun menyertai setiap rintih. Dalam menahan getar dada yang tidak tahu untung nasibnya. Dalam kepatuhan yang genap. Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wani'man nasir. Itu kalimah yang sangat ampuh.


Comments

Anonymous said…
Sebab itu, sakit harus dilihat daripada perspektif lain... sebagai anugerah dan rahmat daripada Allah. Segalanya untuk menjadikan hamba lebih bergantung, berharap, pasrah dan penyerahan total kepada Pencipta. Pada saat itulah sesiapa pun berasakan betapa kerdilnya kita. Hanyalah kita ini sebutir debu yang berterbangan.. Kata Dr. Mawar
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous
Ya, saya hanya debu yang berterbangan...