Kemuning dari taman kecilku


Bersahabat dengan si penjual haruman, sama seperti bersahabat dengan si Cantik dalam foto ini. Si Cantik  ini apabila datang musimnya akan menyelinap masuk ke setiap penjuru rumah kecil kami. Angin tipis wangi dari taman di hadapan rumah akan singgah di mana-mana termasuk nurani saya. Ternyata senang sekali menjadi sahabatnya. Ya, memiliki sahabat atau saudara yang harum hatinya sama seperti si Cantik ini, turut membawa keindahan dirinya untuk hinggap di tubuh dan jiwa kemanusiaan saya. Pernah saya berdiri dan berbisik di bahunya, wahai Cantik, terima kasih mengiringi rutinitas dan monotonous saya yang sekian lama kering. Terima kasih sedalamnya atas ketulusan ini.  

Comments

Anonymous said…
Daripada pengamatan saya, penulis dengan alam amat akrab. Penulis bagai berbicara dan bercanda dengan alam yang memahami suara zahir dan suara batinnya. Penulis lebih senang berinteraksi dengan alam persekitarannya berbanding manusia yang ada kalanya tidak lebih mengerti berbanding makhluk lain. Ini hanyalah telahan.
Mawar Safei said…
Sdr Anonymous,
Ya, sering juga saya yakini bahawa alam lebih memahami. Atau mungkin juga catatan kali ini tebal tamsilannya. Saya melihat kemuliaan hati sahabat adalah seperti wangi kemuning ini. Terima kasih atas tanggapannya.