Bercerminlah, apakah wajah paling indah yang mahu dikenang sepanjang hari ini atau sepanjang usiamu. Dan wajah itu mahu kau persembahkan saat andainya Rasulullah mengetuk pintu rumahmu. Allah, ya Allah. Wahai Rasulullah kekasih Allah. Itu antara dentingan yang didatangkan Opick sebelum beberapa lagu memuliakan Rasulullah memenuhi senarai persembahannya. Tiap narasi dalam lingkungan lagu-lagunya sangat mengilhamkan. 


Narasi bersambungan dalam perjalanan pulang bersama L dan H yang menjadi teman konsert. Saya seperti Cinderella tua yang kelewatan. Kasihankan Zahar yang membukakan pintu, alunan ini menyertai saya saat jam satu dinihari.... andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang. Andai bisa perbaiki segala yang terjadi. Tapi waktu tak berhenti. Tapi detik tak kembali. Harap ampunkan hamba-Mu ini. Ujar al Ghazali, muzik yang tidak berlebih-lebihan, membawa kerehatan jiwa  malah dengannya kita merasa dekat dengan Allah. Alhamdulillah, kami terhibur sebagai penonton di baris keempat dari pentas persembahan MBSA.


Comments

Terima kasih untuk kiriman lagu yang begitu menyentuh jiwa tadi. Saya dengar berulangkali.
Mawar Safei said…
Shima
mudah mudahan ia membawa kita lebih dekat dengan-Nya.