Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam


aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah



Chairil Anwar
Derai-derai Cemara, 1949

Saya membaca lagi puisi masyhur ini untuk persediaan kuliah sastera bandingan petang nanti. usai membaca saya menoleh keluar jendela kamar kerja, bunga cantik di hujung blok sana membawa saya jauh membaca diri manusia...

Comments

...diana(ukm2006-2009) said…
salam..ya Dr.Mawar...semakin kita dewasa semakin sukar kita membaca dunia manusia....yang pasti kita harus terus mencari mkna kehidupan yg lebih memberikan makna pada lewat usia yg semakin meningkat...
Mawar said…
Salam Diana
terima kasih kerana singgah. semoga berjaya dalam kehidupan pasca kampus...
diana(ukm2006-2009) said…
terima kasih Dr Mawar..kamu menjadi inspirasi saya untuk terus menimba ilmu............
Mawar said…
Diana
selamat ya!
nb said…
diana sayang,

kita tidak menyapa atau berbual dengan orang yang lebih tua dengan panggilan "kamu". apatah lagi kalau orang yang lebih tua itu guru kita sendiri.


-orang tua-
Mawar said…
Nb @ Orang Tua dan Diana,

makanya kita memerlukan bukan hanya seorang guru untuk mengasuh... :-)

terima kasih Nb.