Di antara nyala api rindu, ada cemburu yang membakar, di sebalik mesra mata bertembung, ada maksud yang terlindung, di tepian pantai nan sepi, ada olak cinta berolak, di keheningan gelap malam, ada rindu yang meratap, di bawah pelantar dendam, ada kasih yang terpendam, ketika bibir kaku kelu, bahasa mata memberitahu, dunia pikun melamar rindu (Sangeetha, 2006: 302). Tahniah Cikgu Azizi, saja jadi begitu mengenali dunia orang tua!

Comments

Hairul Azli said…
salam dr...saya baru buat blog..

ni url blog sya

http://214487.blogspot.com/
Matahari diliput awan said…
Dr.Mawar...begitu indah kutipan dari Sangeetha ini. Kata-katanya meluluh jiwa, ingatkan saya kepada pepatah Melayu: "Adat muda menanggung rindu, adat tua menanggung ragam". Bila kata-kata tak mampu lagi menyatakan cinta, pegang jemari kekasihmu dan pandang lurus ke dalam matanya...
Mawar said…
Matahari,
di antara nyala api rindu
ada cinta yang membakar
di sebalik mesra mata bertembung ada kasih yang terlindung...


(Sangeetha, 2006, hlm. 1)