Orizuru - burung jenjang seperti bangau putih dalam lipatan halus origami, pernah membuat saya menangis di balik pintu semasa kelas tadika zaman anak2 (baca cerpen "Rindu xiang si dou", Masitah, 2007). Semalam saya membaca tentang burung jenjang yang setia selalu dengan sahabatnya...

Comments

Matahari diliput awan said…
Dulu di masa kecilku, aku suka membuat kapal mainan dari kertas. Kapal itu kuhanyutkan di air sungai kecil yang deras di belakang rumah. Terasa anganku melayang jauh, seperti pergi merantau ke negeri asing bersama kapal kertas itu yang hanyut ke hilir sungai sehingga hilang dari pandangan mataku.
Kini aku jadi tualang (wanderer) di negeri jauh di atas angin. Tiba-tiba kurindukan kembali kapal kertasku itu: ia akan datang untuk membawaku pulang ke pangkuan Bundaku yang selalu menanti diriku dalam doanya di atas tikar sembahyang.....nun...jauh di Pulau Perca sana... Oh kapal kertasku, kuharap kau juga bisa terbang seperti kapal Peter Pan untuk membawa rinduku kepada BULAN yang tinggi di langit...
Mawar said…
Matahari,
terima kasih kerana mengembalikan saya ke dunia anak2. hey, kita punya cerita yang sama! saya juga pernah menghanyutkan sampan kertas di dalam parit kecil di sebuah kampung melayu di temasik, dulu. bunda selalu berkata, tanda lahir di tapak kaki akan buat kita pergi jauh mengembara bila dewasa... namun kita akan selalu mahu pulang mendakap bunda tercinta kembali. ah!