Saya diajak terbang setelah kali terakhir pada awal 2020 dulu saya meninggalkan landasan membelah benua jauh. Ternyata saya masih takut. Atau saya masih belum fasih mengenal al Rauf yang beberapa hari lalu cuba saya fahami. Bukankah hidup saya selama ini penuh dengan kasih sayang dan pemeliharaan. Mengapa saya harus takut dengan ugutan wabah, sedang Rafah, Maha Melindungi saya saat belum pun sempat bayang petaka menyinggah. Ayuhlah, berani untuk terbang!
Posts
- Get link
- X
- Other Apps
Buku catatan 2021 saya, masih rapi dan tidak comot seperti tahun tahun lalu. Saya sendiri rasa aneh. Adakah ia mewakili apa yang berlaku sepanjang tahun kurungan ini. Sepi dan sendiri. Dan begitu cepat, saya akan mula menulis di helaian baru 2022, yang tidak tahu bagaimana gerak jalannya nanti. Allah ya Bari'... Allah ya Hafiz
- Get link
- X
- Other Apps
Begitulah Allah ya Mutakabbir. Saat seluruh negara berduka dengan khabar bah yang melanda, dini ini saya tiba pada ayat QS al Anbiya': 77 Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya. Saya mendongak ke langit yang bersih, sebentar tadi juga matahari sempat menjengah selepas dua hari hujan seperti tidak mahu berhenti. Saya tunduk, nikmat mana lagi yang saya mahu dustakan...
- Get link
- X
- Other Apps
Cerpen saya menuju ke penghujung tahun 2021. Ia berangkat dari entri serpihan 14 Julai dan 17 Ogos lalu. Saya merakam tiap yang terjadi di pohon kemuning di hadapan rumah. Dari kisah dia yang datang sehingga saya belajar hukum matematika bahawa potongan-potongan pemergian, kehilangan atau kematian... Mereka itu ternyata bukan kira-kira buruk dan salah, apalagi sebuah petaka. Terima kasih Sdr Fad, editor Dewan Sastera yang saya senangi kerjanya, atas siaran ini.
- Get link
- X
- Other Apps
Awan oleh Virginia Setiap pagi, duduk menulis dari mihrabku , ruang kerja saya di rumah, membawa untuk selalu melihat bentangan dan pecahan awan. Sesekali unggas berulang alik, melintasi jalan hari. Apalagi yang saya mahu ketika yang sama seperti ada pantulan ingatan demi ingatan yang jatuh dari langit. Tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan-Mu. Mudah mudahan dipelihara kami daripada murka dan hukuman.
- Get link
- X
- Other Apps
Saya kehilangan guru lagi. Ustaz Sidek Fadzil (4 Januari 1947-31 Ogos 2021). Guru dan tetangga ruang rasmi di Jabatan Persuratan Melayu, semasa saya mula menyertai UKM. Ruang kerja saya diapit dua tokoh besar. Prof Madya Dr Sidek Fadzil dan Prof Madya Dr Shafie Abu Bakar (kami di jabatan memanggil mereka ustaz). Tidak dinafikan perjalanan saya di UKM, antaranya dalam bayang-bayang mereka berdua. Saya ikuti kuliah Ustaz Sidek seawal jam 8 dengan memegang kitab cap ayam jantan. Buku tipis itu kami khatamkan sepanjang satu semester. Ilmu dan budi baik Ustaz Sidek saya kenang dalam doa panjang sebagai guru dan ayahanda pastinya. Al fatehah... Buku cap ayam jantan
- Get link
- X
- Other Apps
Antara keberuntungan dalam hidup, apabila ada sahabat yang mahu menasihat. Dan kita senang sekali mahu mendengar dan menerimanya. Bukankah agama itu nasihat. Saya akan berbahagi antara nasihat yang saya terima... Mempunyai amalan rahasia, hanya Dia yang Tahu Solah pada awal waktu Dahului solah sunat sebelum yang fardhu Selalu dahului dengan solah wudhu Solah dhuha itu adalah saat memohon ampun Solah witir pada waktu dini Tidur awal, bangun awal Puasa Isnin Khamis Puasa Hari Putih Nanti saya sambung lagi....
- Get link
- X
- Other Apps
Ada yang bertanya mengapa saya sudah tidak mencatat setiap hari seperti sebelumnya. Ya, saya pun sedar. Pastinya saya ada cerita. Saban hari. Namun sering cerita itu ghaib bersama masa. Tidak jarang saya menemukannya kembali, tapi sepertinya kami saling tidak mengenali lalu sekali lagi cerita itu kabur dan berterbangan pergi. Lalu saya mengenang dan merenung sendiri.